cawapres jokowi pilihan netizen
cawapres jokowi pilihan netizen, foto: https://x.detik.com/detail/intermeso/20171020/Jokowi-Utang-Kita-Paling-Kecil/index.php

Cawapres Jokowi Pilihan Netizen, Hasil Survey Indonesia Indicator

Posted on

Cawapres Jokowi Pilihan Netizen, Hasil Survey Indonesia Idicator – Perbincangan tentang siapa yang akan menjadi capres dan cawapres makin memanas dan unik perhatian publik, khususnya di media sosial Twitter, Facebok, serta Instagram.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang mengatakan, sepanjang 11-18 Juli 2018 ada 544.245 cuitan dari 182.923 akun Twitter yang memperbincangkan, menebak, mengusulkan, menimbulkan nama-nama capres dan cawapres yang diharapkan.

“Kami mengerjakan kajian analisis media sosial dengan pendekatan Social Network Analysis (SNA),” ujar Rustika dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (25/7/2018). Rustika menjelaskan, terdapat tiga kumpulan yang setiap dikoneksikan dengan percakapan calon presiden dari semua jejaring di media sosial Twitter.

Presiden Joko Widodo menyerahkan sambutan ketika menghadiri pengajian Alquran dan Haul di Pondok Pesantren An Najah, Gondang, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (14/7). Dalam trafik tersebut Presiden Joko Widodo menekankan untuk para santri dan santriwati guna tetap mengawal kebhinekaan antar umat dan suku.

(ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho) Koalisi Jokowi Kelompok kesatu koalisi Jokowi, kedua kumpulan yang netral, ketiga kumpulan kedekatan dengan Prabowo. Dari kumpulan kesatu ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Siapa Cawapres Jokowi ?

“Pertemuan kumpulan ini mengindikasikan adanya gagasan kedekatan, siapakah yang layak sebagai cawapres untuk menemani Jokowi,” ujar Rustika. Kelompok yang merundingkan Cak Imin menjangkau 2.406 akun dengan total menjangkau hastag 112 dan total kegiatan sebanyak 103.666.

Dalam jaringan besar, posisi Cak Imin terletak di sangat pinggir, menjauh dari nama-nama lainnya, kecuali melulu dengan Jokowi. “Ini artinya, mereka yang merespons melulu akun-akun penyokong Jokowi-Cak Imin, satu suara,” ungkap Rustika.

Sementara kumpulan yang merundingkan Airlangga menjangkau 426 akun dengan total hastag 26 dan kegiatan 5.522. “Airlangga dipercakapkan oleh tidak sedikit pihak meskipun rata-rata oleh penyokong koalisi. Dan secara jumlah jaringan relatif kecil dibanding Cak Imin dan Mahfud MD,” papar Rustika. Beberapa nama lainnya hadir dalam kubu jaringan terdekat Jokowi, yaitu Chairul Tanjung, M Romahurmuziy, serta Moeldoko.

Posisi Mahfud MD, menurut keterangan dari Rustika, terlihat lebih menarik untuk netizen karena dibicarakan kedua kubu sampai-sampai berada di posisi tengah jaringan besar. Dari kubu Jokowi, twit netizen banyak sekali menunjukkan setuju pada wacana atau isu pemasangan Jokowi-Mahfud MD.

  Layanan Streaming Disney Akan Segera Dirilis Tahun 2019

Kelompok yang merundingkan Mahfud MD menjangkau 3.031 akun dengan total hastag 33 dan total kegiatan mencapai 32.886. “Namun, dari kubu Prabowo, tidak sedikit yang menyayangkan mengapa Mahfud MD laksana berpihak pada Jokowi,” katanya.

Pasangan atau Cawapres Jokowi Pilpres 2019

“Bahkan terdapat yang telah memasang-masangkan Jokowi-Mahfud versus Prabowo-Anies. Namun sekali lagi, posisinya yang sedang di tengah jejaring mengindikasikan tingginya tingkat ketertarikan netizen terhadap Mahfud dibanding calon lain,” ujar sambung dia. Nama-nama beda yang hadir dalam jaringan tengah ialah KH Ma’ruf Amin, Susi Pudjiastuti, dan Sri Mulyani.

Beberapa penyokong Jokowi setuju guna mencawapreskan Susi walau Susi tidak memiliki sokongan dari parpol. Posisi tengah ini terjadi sebab netizen merundingkan Susi pada isu kelulusan paket C Susi berkat sokongan Anies Baswedan dan ejekan dari akun @Fahrihamzah. Sementara nama KH Ma’ruf Amin tidak ada akun dan hastag mengenainya. Dia lebih tidak sedikit dibincangkan penyokong Jokowi bersamaan dengan Mahfud MD.

Begitu juga nama Sri Mulyani, yang tidak mempunyai akun, tetapi ada hashtag berhubungan Sri Mulyani, walau pembicaraan Sri Mulyani membentuk kumpulan kecil di ujung jejaring. PERNYATAAN BERSAMA Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberi penyataan bareng seusai bertemu di lokasi tinggal SBY di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018) malam.

Warta Kota/Henry Lopulalan(Henry Lopulalan) Poros Kedua dan Ketiga Berdasarkan kajian I2, pada jejaring ketiga ada lima nama yang mempunyai kedekatan yang sering dirasakan poros kedua dan ketiga, ada nama Prabowo, Anies, Agus Hari Murti, Gatot Nurmantyo, serta Jusuf Kalla.

Hasil Survey Cawapres Jokowi

“Menariknya, dalam jejaring netizen Twitter JK lebih sesuai (diframing) guna dikoalisikan dengan AHY, Gatot, dan Anies,” imbuhnya. “Itu sebabnya, JK lebih tampak dekat dengan ketiga tokoh tersebut ketimbang dengan Jokowi atau Prabowo. Nah, ketiga nama itu juga ingin dibicarakan oleh para kumpulan pendukung Prabowo,” katanya.

Sementara itu, penghubung kumpulan JK dan Gatot (AHY-JK, AHY-Gatot, Prabowo-JK, Prabowo-Gatot, Anies-JK, Anies-Gatot), tidak ada node berukuran besar. Hal ini mengindikasikan akun-akun penghubung tidak terlampau aktif menciptakan cuitan.

  5 Kelakuan Aneh Yang Paling Top Sepanjang Sejarah Manusia

Akun penghubung lebih tidak sedikit diisi akun portal berita atau media. Secara keseluruhan, bila disaksikan dari kekuatan jaringan dan hastag di Twitter, hastag Cak Imin Jokowi dalam segala variasi mendominasi dibanding tagar oposisi laksana #gantipresiden. Sementara itu, bilamana dilihat dari persentase akun dan hastag, Jokowi mendapat porsi jaringan sejumlah 23,31 persen, Prabowo 16,25 persen, Mahfud 13,44 persen, AHY 12,3 persen, Cak Imin 11,4 persen, Anies 10,5 persen, JK 6,8 persen, Gatot 4,93 persen, dan Airlangga 2,03 persen.

Pemilih Muda Sisi beda dari pembicaraan capres cawapres di Twitter ialah tingginya antusiasme generasi milenial, terutama pemilih muda. Dari sisi demografi, pembicaraan ini didominasi beruntun anak muda umur 18-25 tahun sejumlah 36,7 persen, 25-35 sejumlah 33,9 persen, serta di atas 35 tahun sejumlah 25,8 persen.

“Emosinya Trust dan anticipation,” ujarnya. Indonesia Indicator pun melakukan penelitian serupa dari Facebook dan Instagram. Di Instagram, Jokowi lebih dekat dengan Mahfud MD dan Airlangga, sedangkan Prabowo lebih menghampiri Gatot Nurmantyo dan AHY. Jusuf Kalla sendiri tidak jarang dikaitkan dengan AHY dan Anies.

Sementara di Facebook, menurut atas analisis jaringan, cluster Jokowi berada dekat antara Jusuf Kalla dan Prabowo. Posisi Jokowi sedang di tengah sebab banyaknya pembicaraan positif yang menyokong Jokowi dengan JK, dan pun percakapan yang mengaitkan Jokowi dan Prabowo seputar kompetisi di antaranya.

Sementara itu, Gatot Nurmantyo ingin ke Prabowo dan AHY. DI Facebook, AHY dan Gatot disinggung adalahpasangan yang akan menjadi pesaing berat Jokowi di samping Prabowo.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Survei I2: Tiga Cawapres Jokowi Pilihan “Netizen””, https://regional.kompas.com/read/2018/07/25/06221261/survei-i2-tiga-cawapres-pendamping-jokowi-pilihan-netizen.
Penulis : Reni Susanti
Editor : Reni Susanti

Gambar Gravatar
"It is one thing to use a weapon, but another to kill." - Ragnar Lothbrok-------s2e2

Tinggalkan Balasan