hak cipta gambar blog
hak cipta gambar blog

Hak Cipta Gambar di Blog, Cara Aman Agar Tidak Melanggar

Posted on

Hak Cipta Gambar di Blog – Bagaimana aturan dan hukum perihal penggunaan gambar yang beredar di Internet?, Lalu bagaimana pula caranya agar kita terhindar dari pelanggaran ataupun tuntutan hukum terkait perihal tersebut?, Kali ini IndoTop.com akan coba membahasnya.

Hak cipta gambar di blog tak hilang begitu saja meski pemiliknya tak ditemukan sekalipun. Orphan Works

Terkait dengan masalah Hak Cipta konten berupa gambar, yang sudah menjadi salah satu kebutuhan dalam artikel blog. Sebagai acuan legal, kita telusuri terlebih dahulu undang undang hak cipta yang berlaku di Indonesia. Berikut sedikit penjelasannya;

Dasar Hukum Hak Cipta Gambar di Blog

UU Nomor 19 Tahun 2002 Terkait Hak Cipta Pasal 2 Ayat 1

Tindakan seperti menggunakan, mengedit , mengkopi atau memperbanyak suatu gambar dari Internet tanpa izin tergolong pelanggaran hak cipta. Baik sebagai materi non komersial apalagi komersial, melanggar hak moral pencipta seperti ini dapat dikenakan denda atau pidana.

UU Nomor 19 Tahun 2002 Terkait Hak Cipta Pasal 24

  1. Pencipta atau ahli warisnya berhak menuntut Pemegang Hak Cipta supaya nama Pencipta tetap dicantumkan dalam Ciptaannya.
  2. Suatu Ciptaan tidak boleh diubah walaupun Hak Ciptanya telah diserahkan kepada pihak lain, kecuali dengan persetujuan Pencipta atau dengan persetujuan ahli warisnya dalam hal Pencipta telah meninggal dunia.
  3. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku juga terhadap perubahan judul dan anak judul Ciptaan, pencantuman dan perubahan nama atau nama samaran Pencipta.
  4. Pencipta tetap berhak mengadakan perubahan pada Ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat.

Konten Yang Dilindungi Hak Cipta

UU Nomor 19 Tahun 2002 Terkait Hak Cipta Pasal 12

Gambar berupa Foto, Ilustrasi dan sejenisnya termasuk karya yang dilindungi hak cipta. Hak cipta memberikan beberapa hak ekslusif bagi para pencipta gambar. Diantaranya untuk menggunakan, memperbanyak atau merubah gambar miliknya sendiri. Pemegang hak cipta suatu konten gambar berhak untuk melarang ataupun mengizinkan orang lain melakukan hal-hal tersebut.

  • Buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya.
  • Ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya.
  • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  • Lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks.
  • Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim.
  • Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase.
  • Karya seni terapan.
  • Karya arsitektur.
  • Peta.
  • Karya seni batik atau seni motif lain.
  • Karya fotografi.
  • Potret.
  • karya sinematografi.
  • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi.
  • Terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional.
  • Kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya.
  • Kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli.
  • Permainan video, dan
  • Program Komputer.

3 Jenis Hak Cipta di Internet

Traditional Copyright

Yang punya foto atau gambar dengan copyright, memegang hak cipta secara penuh terhadap karyanya. Jadi, foto tersebut gak boleh dpakai, disalin, atau diterbitkan tanpa izin dari pemiliknya. Seluruh foto atau gambar orisinal dilindungi oleh hak cipta ini ketika dibuat. Intinya ini gak boleh diapa-apain tanpa izin, ccuma boleh lihat-lihat saja titik.

Creative commons

Sering kan ketemu gambar di Internet dengan label Creative Commons ini?, nah jenis hak cipta ini memperbolehkan kita untuk menggukana gambarnya dengan beberapa ketentuan.

Penting untuk diketahui, lisensi CC bukanlah pengganti hak cipta. Lisensi CC bekerja sama dengan hak cipta, hingga memungkinkan pemegang hak cipta untuk mengubah aturan yang paling cocok dengan apa yang dibutuhkan. Seseorang yang memasang lisensi CC pada gambar atau fotonya, mereka dapat menentukan satu dari empat jenis kondisi ini:

  1. Attribution: Kita boleh memakai, memperbanyak, atau membagikan karya mereka. Kita wajib menyebutkan sumber gambar atau foto, dengan cara yang dikehendaki oleh pemberi lisensi ataupun pemegang hak ciptanya.
  2. Non-commercial: Boleh diapain saja dengan syarat non komersial, jelas kan.
  3. No derivative works: Yang ini boleh dilihat, dipakai, disalin atau disebarkan, tapi ga boleh diedit.
  4. Share alike: Nah yang ini boleh diedit gans, tapi gak boleh dikasih lisensi atau perlindungan hak cipta lagi. Lisensi dan Hak Cipta yang berlaku sesuai dengan konten aslinya.

Public domain

Sip, jika kita menemukan foto atau gambar berlisensi Public Domain, itu artinya si pemilik telah menyerahkan karyanya kepada domain publik. Maka kita dan dapat menggunakannya, menyalinnya, mengedit, dan menyebarkan konten secara bebas, termasuk untuk kepentingan komersial.

Pemilik Hak Cipta yang Tidak Diketahui

UUHC Nomor 28 Tahun 2014 Pasal 39

  1. Dalam hal Ciptaan tidak diketahui Penciptanya dan Ciptaan tersebut belum dilakukan Pengumuman, Hak Cipta atas Ciptaan tersebut dipegang oleh Negara untuk kepentingan Pencipta.
  2. Dalam hal Ciptaan telah dilakukan Pengumuman tetapi tictak ctiketahui Penciptanya, atau hanya tertera nama aliasnya atau samaran Penciptanya, Hak Cipta atas Ciptaan tersebut dipegang oleh pihak yang melakukan Pengumuman untuk kepentingan Pencipta.

Hukum Melanggar Hak Cipta Terkait Gambar di Blog

UUHC Nomor 28 Tahun 2014 Pasal 117

  1. Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) huruf c untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/ atau pidana denda paling banyak RplOO.OOO.OOO ( seratus juta rupiah).
  2. Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 ayat (2) huruf a, huruf b, dan/ atau huruf d untuk Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/ atau pidana denda paling banyak Rpl.OOO.OOO.OOO,OO (satu miliar rupiah).
  3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang dilakukan dalam bentuk Pembajakan dipidana dengan pidana penjara paling lama
    10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
    Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).

Gambar Yang Tidak Melanggar Hak Cipta

Bagaiman caranya? cara yang paling aman agar terhindar dari tuntutan hak cipta gambar di blog adalah dengan hanya menggunakan gambar yang berlisensi CC dan Public Domain. Berikut beberapa website tempat saya sering mengambil gambar sebagai penghias postingan blog.

Selain itu kita juga bisa menggunakan mesin pencari google images dengan cara Ketikkan keyword gambar yang dibutuhkan. Lalu klik Settings dan pilih Advance Option, selanjutnya scroll kebawah pilih Free to Use, Share or Modify, even commercially pada dropdown usage rights. Lihat gambar…

Jelas ya, sekian artikel penjelasan Lisensi dan Hak Cipta yang berlaku. Alangkah baiknya jika kita mengetahui dan menggunakan cara-cara aman ini agar terhindar dari pelanggaran hak cipta terkait gambar di blog.

  5 Alasan Paling Top Yang Digunakan Oleh Pengangguran Di Indonesia
Gambar Gravatar
"It is one thing to use a weapon, but another to kill." - Ragnar Lothbrok-------s2e2

Tinggalkan Balasan