maurizio Sarri
maurizio Sarri

Maurizio Sarri Pelatih Baru Chelsea Menggantikan Antonio Conte

Posted on

Indotops – Maurizio Sarri ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Chelsea. Ia jadi orang Italia keenam yang menukangi the Blues, dimulai dari Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti, Roberto Di Matteo hingga Antonio Conte. Ia pindah ke Stamford Bridge setelah membesut klub Serie A, Napoli, selama tiga tahun dan meraih kesuksesan di sana.

Prestasi Mauzirio Sarri di Napoli:

Selama di sana, pria Italia berusia 59 tahun ini berhasil mengembalikan kejayaan klub dan membawa mereka kembali ke Liga Champions dengan mengusung sepakbola menyerang.

Selama tiga tahun di sana, Napoli dua kali finis di peringkat dua di liga domestik, termasuk musim lalu, ketika mereka mencatatkan rekor poin untuk runner-up, juga untuk peringkat ketiga. Pada 2017, ia memenangi penghargaan Serie A Coach of the Year.

Sarri, yang menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun, berkata: “Saya sangat senang bisa datang ke Chelsea dan Premier League. Ini adalah periode baru yang menarik dalam karier saya.”

“Saya tidak sabar untuk mulai bekerja dan bertemu para pemain pada hari Senin menjelang perjalanan ke Australia, di mana saya akan bisa mengenal tim dan memulai pertandingan kami.”

“Saya harap kami bisa memberikan sepakbola yang menghibur bagi para penggemar kami, dan bahwa kami akan bersaing untuk meraih piala di akhir musim, yang pantas didapatkan klub ini.”

Direktur Marina Granovskaia berkata: “Kami gembira menyambut Maurizio dan menantikan dirinya membawa filosofi sepakbolanya ke Chelsea.”

“Napolinya Maurizio adalah salah satu tim yang mempunyai gaya sepakbola yang paling menarik di Eropa, mengesankan dengan gaya menyerang dan kedinamisannya. Metode pelatihannya telah meningkatkan para pemain asuhannya secara signifikan.”

  Prediksi Belgia vs Inggris : Sebuah Pertandingan Final Yg Tertunda?

“Dia punya banyak pengalaman di Serie A dan Liga Champions dan kami tahu bahwa ia sangat menikmati kesempatan untuk bekerja di Premier League.”

Seiring dengan membaiknya hasil yang diperoleh timnya, dinasti Sarri di Naples akan dikenang karena kualitas permainan Napoli. Istilah “Sarri-ball” tercipta dan ia juga mendapat pujian atas kemampuannya dalam membentuk kembali struktur skuat, mengeluarkan yang terbaik dari skuatnya dan mendidik talenta-talenta muda klub, dengan hasil yang sangat positif.

Mauzirio Sarri Di Dunia Kepelatihan

Lahir di Bagnoli, area kelas pekerja Naples, Sarri mengawali karier kepelatihannya secara paruh waktu sambil bekerja di industri perbankan setelah sempat bermain sebentar sebagai pesepakbola amatir.

Pada tahun 2000, ia menerima tugas di AC Sansovino, yang bermain di kasta keenam sepakbola Italia. Ia berkata kepada klub bahwa ia akan mundur dari dunia kepelatihan jika gagal menjuarai liga. Akhirnya, timnya finis sebagai juara.

Semasa bekerja di Sansovino itulah Sarri mendapat julukan “Mister 33” setelah menyiapkan 33 set-play untuk digunakan dalam situasi bola mati, sebuah indikasi akan kekayaan taktik dan ketelitiannya terhadap detail.

Setelah itu, ia menangani beberapa tim di liga kasta bawah sebelum kemudian bergabung dengan Pescara, klub yang bermain di Serie B. Dari sana, ia pindah ke Arezzo. Pada saat kedatangannya, tim tengah kesulitan dan mengalami penurunan, namun Sarri berhasil memberikan momen-momen mengesankan, salah satunya ketika menang 1-0 atas AC Milan di Piala Italia.

  Lagu Piala Dunia 2018, Lagu Live it Up dan Faktanya

Pada 2011, ia membesut Sorrento, dan di sanalah ia menemukan filosofi sepakbolanya, yang membuatnya kembali bertarung di Serie B setahun kemudian, kali ini di Empoli. Setelah nyaris mendapat promosi pada 2013/14, di akhir musim berikutnya Sarri dan pasukannya berhasil mengamankan tiket ke divisi utama sepakbola Italia.

Mengingat statusnya sebagai tim promosi, banyak orang mengira bahwa Empoli akan kembali terdegradasi. Namun, Sarri menemukan apa yang perlu dilakukan untuk mengamankan timnya, dan mempersiapkan tim mudanya dengan permainan yang sulit dibongkar dan di saat bersamaan mampu memainkan sepakbola menyerang. Mereka akhirnya finis di peringkat 15 dan mencatatkan kemenangan impresif atas tim-tim seperti Lazio dan Napoli, klub yang kemudian ditukanginya di musim panas yang sama, menggantikan Rafa Benitez.

Sarri berhasil menginspirasi dan meningkatkan permainan Napoli, yang di musim sebelumnya finis di peringkat lima. Di taun pertamanya, mereka finis di peringkat dua, meraih 19 poin beruntun dan mencetak 80 gol di liga sembari memainkan sepakbola yang cepat dan mengalir, yang mendapat decak kagum dari pihak di dalam maupun luar klub.

Gambar Gravatar
Bukan penulis tapi suka nulis, Seorang penakut yang paling berani.. Sebuah Perjalanan !! pecinta kopi !! penikmat senja !!

Tinggalkan Balasan