Menteri Keuangan Mengkritik Pendidikan Indonesia


Indotops – Dalam acara “Dialog Publik Pendidikan Nasional dan Halal Bihalal” Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan mengkritisi mengenai kualitas Guru di Indonesia. Menurut dia, Guru Pegawai Tetap kerap menerima gaji, namun yang lebih banyak mengajar justru guru honorer.

“Karena itu saya selalu berupaya mendengarkan aspirasi guru dari sisi kesahjetaraan. Guru honorer banyak, tapi guru tetapnya kemana? Yang terima gaji guru tetap, yang mengajar guru honorer, ini harus diperhatikan,” ujar Sri Mulyani di Gedung Guru, jakarta Pusat.

Menteri Keuangan tersebut juga mendapat keluhan dari bapak Presiden terkait kepala sekolah dan para guru yang sibuk membuat laporan keuangan dibandingkan menjalankan tugas utamanya. “Presiden pernah komplain ke saya, banyak kepala sekolah dan guru justru sibuk membuat laporan keuangan. Ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah), sebenarnya sederhana dan anda tidak perlu membuat banyak laporan,”

Guru diminta untuk fokus memikirkan pendidikan, Karena pemerintah sudah mengalokasikan 20% dari APBN atau Rp. 444 Triliun ditahun ini untuk pendidikan. Menurutnya kenaikan alokasi ini sering diartikan sebagai kenaikan gaji guru, bukan peningkatan kualitas guru dan siswa. Sehingga khawatirnya kenaikan anggaran ini hanya sekedar menyebar sesuai konstitusi tapi tidak berbarengan dengan kualitas.

Alokasi anggaran pendidikan seperti ini sering membuat kita teledor merencanakan penggunaan anggaran. Karena kita tidak memikirkan tentang tujuan yang akan kita capai, kita hanya berlomba untuk bagaimana bisa mendapat anggaran tersebut. Anggaran pendidikan sering diberikan tapi tidak dikelola secara maksimal. Anggaran sepertiga dikelola dipusat, dua pertiga dikelola daerah. Di daerah rekrutmen guru, tapi kualitasnya bagaimana? wallahualam bisawab,” ujar Sri Mulyani.

Terkait dengan  Penulis Harun Yahya Ditangkap Dengan Berbagai Tuduhan Serius

“Kalau Guru sibuk memikirkan gaji saja, pendidikan siapa yang memikirkan. Karena itu kami anggarkan 20% APBN untuk perbaikan kualitas Guru sekolah, Kelas, Laboratorium hingga teknologi,”


superkent

0 Comments

Tinggalkan Balasan