pengertian bounce rate blog, cara turunkan bounce rate
pengertian bounce rate blog, cara turunkan bounce rate

Pengertian Bounce Rate Blog, Cara Turunkan Bounce Rate

Posted on

Pengertian Bounce Rate Blog, Cara Turunkan Persentase Bounce Rate – Cukup banyak webmaster atau blogger yang belum kenal dengan bounce rate. Padahal, dia adalah salah satu aspek penting untuk bisa duduk di posisi teratas dari hasil penelusuran. Karena masih belum banyak yang mengenalnya, mari kita bahas secara mendetail mengenai apa itu bounce rate sampai cara menurunkan bounce rate.

PENGERTIAN BOUNCE RATE BLOG

Pengertian bounce rate adalah, sebuah persentase pengunjung yang langsung pergi dari suatu website. Ilustrasinya adalah, ada pengunjung A membuka suatu website, kemudian si A menekan tombol kembali dari website itu karena alasan tertentu. Dilihat dari definisi di atas, maka yang lebih baik adalah memiliki persentase bounce rate rendah.

Ingat, yang dimaksud tentang bounce rate disini adalah ketika seorang pergi tanpa membuka halaman lain di website anda. Maksudnya, mereka hanya membuka satu halaman saja, kemudian mereka menekan tombol kembali, close tab, atau pergi ke website lain.

CARA MENGETAHUI PERSENTASE BOUNCE RATE BLOG KITA

Bagaiamana cara mengetahui angka bounce rate website kita? Ada dua cara untuk bisa mengecek rasio pentalan. Yang pertama adalah dengan Google Analytics dan kedua memakai Alexa. Namun yang paling saya sarankan adalah menggunakan Google Analytics, karena dia merupakan buatan Google. Satu tools eksternal lain adalah Histats, namun untuk bisa menggunakannya harus mendaftar dan memasang widgetnya di webiste masing-masing.

Bagi yang ingin mengecek lewat tool milik Google tersebut, bisa langsung masuk ke https://analytics.google.com. Kemudian di bagian navigasi samping, pilih ‘Audience’ lalu ‘Overview’. Cari saja tulisan bounce rate atau tulisan rasio pentalan, dan dibawahnya adalah persentase bounce rate website anda. Namun sebelum menggunakan cara ini, daftarkan dulu blog atau website anda di Google Analytics.

Untuk yang ingin mengeceknya lewat Alexa, masuk saja ke https://www.alexa.com/siteinfo. Disana anda harus memasukkan url blog atau website masing-masing. Jika sudah, scroll saja ke bawah dan cari bounce rate. Namun kalau memakai cara ini, website yang belum ‘besar’ kerap tidak ada persentasenya.

CARA TURUNKAN BOUNCE RATE BLOG

Setelah mengetahui definisi bounce rate, dan sudah tahu seberpa besar rasio pentalan website anda, maka yang terakhir adalah cara menurunkannya. Jika bounce rate di bawah 30%, maka itu adalah nilai yang cukup bagus, dan lebih baik dipertahankan. Namun apabila di atas itu, bahkan sampai 90%, maka sangat wajib diturunkan. Berikut ini adalah cara mengatasi bounce rate yang tinggi agar ideal :

  Google Adwords Berubah Menjadi Google Ads, Apa Saja Dampaknya ?

a. Buat Blog Kita Seringan Mungkin

Semua pengunjung suka mengunjungi blog yang memiliki loading cepat dan ringan. Selain tidak buang-buang kuota, juga tudak buang-buang waktu. Dengan website yang memiliki waktu loading yang cepat, maka kemungkinan kecil mereka akan menekan tombol kembali. Untuk bisa meringankan loading, maka yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan pembenahan pada tampilan.

Mulai dari menggunaka template yang ringan, tidak kebanyakan iklan dan pop-up, hindari widget yang tak penting, dan hal-hal lain. Untuk bisa menerapkan itu semua, bisa dengan membaca artikel sebelumnya tentang cara mempercepat loading blog.

b. Maksimalkan dengan Mobile Friendly dan Responsive

Mobile-Friendly maksudnya adalah template yang digunakan cocok dipakai dan diterapkan di ponsel. Hal ini sangat penting untuk membuat pengunjung nyaman, mengingat saat ini pengunjung lebih sering datang dari ponsel tinimbang PC. Selain mobile-friendly, template yang digunakan harus responsive. Artinya, saat dilihat dari ponsel maupun PC, tampilannya tetap memanjakan mata dengan keindahannya.

Sebenarnya selain dua aspek tersebut, template yang baik juga harus memiliki tampilan yang disukai banyak orang. Saat ini, tema website yang sangat disegani adalah yang bergaya minimalis, namun tetap mengusung konsep indah dipandang. Jangan pakai tema yang terlalu banyak gambar, karena ada juga orang yang memberi gambar pada header dan background.

c. Minimalkan Iklan dan Pop Up

Iklan memang menjadi pendapatan utama dari para blogger maupun webmaster. Namun, jika terlalu banyak iklan, maka orang yang mau menekan iklan anda justru menurun. Dengan iklan yang menumpuk, pengunjung bisa ogah untuk berada lama-lama di blog anda. Bisa-bisa mereka langsung menekan tombol kembali bahkan langsung close tabs.

Selain iklan, hal lain yang tidak disukai visitor adalah adanya pop-up yang membandel. Biasanya, ada pop-up iklan maupun pop-up promosi fanspage serta jenis pop-up lainnya yang walaupun sudah ditutup tetap saja muncul, bahkan mengikuti kemanapun kita pergi. Buanglah pop-up yang lumayan mengganggu pengunjung, agar mereka tidak cepat-cepat pergi dari website anda.

  Hak Cipta Gambar di Blog, Cara Aman Agar Tidak Melanggar

d. Berikan Konten Yang Berkualitas

Aspek terpenting dari metode penurunan bounce rate adalah dengan memberi konten yang bekualitas. Konten berkualitas adalah yang mampu membuat pembacanya ingin berlama-lama membacanya. Usahakan buat artikel yang mudah dipahami oleh pembaca. Misalnya saja dengan memberi contoh di setiap pembahasan dan menulis artikel berbahasa Indonesia yang sesuai kaidah.

Selain itu, konten yang baik juga harus menyajikan fakta dan data. Bisa anda lakukan dengan memberi info grafis yang didapat dari situs web terpercaya atau hasil pengamatan anda sendiri. Pemberian gambar juga sangat penting, karena hal itu akan membuat pembaca merasa nyaman. Semakin nyaman mereka dengan artikel anda, maka semakin betah mereka berlama-lama di website anda.

e. Tambahkan link internal / Inbound Link

Link internal adalah link yang mengarah ke konten lainnya. Dalam setiap pembuatan artikel, apabila ada sesuatu yang terkait, maka cobalah menambahkan internal link. Biasanya ada yang menulisnya dengan ‘Baca Juga’, ‘Seperti penjelasan pada artikel’, dan lainnya. Dengan adanya internal link, maka mereka akan lebih lama lagi surfing di website anda, bahkan akan membuka halaman lain.

Selain itu jika iingin memiliki internal link otomatis, pakailah template atau theme yang mendukung fitur tersebut, Biasanya ada di bagian bawah artikel, yakni ada tulisan artikel terkait, recent post, atau tulisan lainnya. Namun jika di bagian bawah, maka dirasa kurang efektif, sehingga lebih baik dibuat secara manual di tengah-tengah postingan.

f. Manfaatkan Widget Popular Post dan New Post

Popular post adalah postingan yang paling populer dan banyak dikunjungi di website anda. Sedangkan new post adalah post terbaru yang baru diterbitkan. Dengan menambahkan keduanya di navigasi, otomatis banyak orang yang tertarik untuk membuka halaman lain website anda. Hal ini tentu bisa menurunkan bounce rate suatu situs.

Demikian artikel mengenai pengertian bounce rate blog dan bagaimana cara kita membuatnya rendah versi MrJx. Atau bisa juga kita katakan sebagai cara turunkan bounce rate blog. Semoga bermanfaat…

Gambar Gravatar
"It is one thing to use a weapon, but another to kill." - Ragnar Lothbrok-------s2e2

Tinggalkan Balasan